Tempat Tidur Kucing





Tempat tidur merupakan salah satu kebutuhan penting bagi kucing kesayangan anda. Seperti halnya manusia, kucing juga menyukai tempat tidur yang nyaman dan hangat. Karena itu, anda pasti sering menemukan kucing kesayangan tidur di sofa, kursi, atau bahkan kasur empunya.


Kucing biasanya merasanya nyaman untuk tidur di tempat yang empuk. Ada yang ditempat terang, ada pula yang memilih di tempat gelap. Anda dapat menemukan tempat tidur kucing itu di pet shop. Ada banyak ragamnya, tinggal disesuaikan dengan selera dan budget anda tentunya.

Dengan memiliki tempat tidur sendiri, kucing anda tentunya akan merasa lebih nyaman. Dan, yang paling penting anda pun tidak perlu merasa khawatir lagi kasur atau sofa anda penuh dengan bulu kucing. Usahakan menaruh tempat tidur kucing ini ditempat yang biasanya digunakan si meong kesayangan anda.


Kalau mau lebih hemat, anda bisa membuatnya sendiri. Bahannya bisa menggunakan kaos, sweater atau pun bantal yang sudah tidak terpakai. Tinggal dibentuk sesuai kebutuhan. Biasanya tempat tidur kucing berbentuk menyerupai bak mandi plastik yang biasa digunakan anak-anak untuk belajar berenang.

Jenis-Jenis Kucing di Dunia (1)


Monyet ternyata bukan satu-satunya binatang yang memiliki begitu banyak jenis. Selain primata tersebut, ada pula kucing. Menurut referensi yang ada terdapat 50 jenis kucing di dunia. Banyak sekali bukan ?

1. Manx
Kucing ini dinamakan manx karena berasal dari Pulau Manx. Sebagian orang ada pula yang menyebutnya dengan kucing Rumpy. Kucing manx memiliki ekor pendek dan mempunyai warna bulu yang terdiri dari cokelat dan lavender.
Kucing Manx memiliki sifat setia, ramah, dan juga pintar.

2. Maine Coon
Ini merupakan ras kucing yang berasal dari Maine, Amerika Serikat. Kucing maine coon merupakan keturunan dari ras kucing anggora dan American shorthair. Kucing dengan bulu tipis, lembut, dan terdiri dari beragam warna ini memiliki sifat pemalu, tetapi mudah akrab.


3. British Shorthair
Sesuai namanya, kucing ini berkembang biak di Inggris. Brithis shorthair memiliki beragam warna bulu, seperti putih, hitam, biru, dan juga krem. Ada pula yang merupakan gabungan antara warna hitam pekat dan belang. British shorthair memiliki sifat tenang, lembut, dan pintar.

4. Burmese
Kucing burmese merupakan ras kucing yang dibiakkan oleh Dr. Joseph Thompson di Amerika Serikat pada sekitiar 1930-an. Kucing ini memiliki warna bulu cokelat seperti musang, biru, abu, abu, lila, merah, cokelat, dan tortoiseshel. Burmese memiliki sifat periang dan lucu.

5. Chinchilla Longhair
Kucing ini berasal dari Inggris. Kucing chincilla longhair memiliki warna bulu cerah, dan ada juga yang berwarna agak gelap. Kucing ini memiliki sifat anggun.

Tips Memilih Makanan Kucing


Sekarang ini banyak sekali jenis dan merek makanan kucing di pasaran. Sampai pusing memilihnya. Nah, berikut ini ada satu cara mudah untuk membantu anda menentukan memilih makanan kucing yang tepat.

Ketika anda memilih makanan kucing, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membaca ingredients

alias bahan-bahan untuk membuatnya. Baca dengan cermat bahan utama yang terkandung di dalam manakan itu.
Makanan kucing berkualitas tinggi adalah yang bahan utamanya mengandung chicken, atau lamb, atau fish dan bukan water atau rice . Karena pada dasarnya, kucing termasuk dalam golongan karnivora dan tidak butuh banyak karbohidrat atau malah jelly.

Bahan kedua yang patut menjadi pertimbangan adalah protein. Pilihlah makanan kucing yang mengandung banyak protein. Hindari makanan yang mengandung kadar "ash" tinggi, sebab bisa menyebabkan penyakit ginjal jangka panjang pada kucing.

Ada definisi yang harus diperhatikan seperti "by-products" yang artinya sisa-sisa dari produk olahan. Misalnya "chicken by-products" yang berarti makanan ini terbuat dari bagian-bagian selain daging yakni tulang, jeroan, paruh, jengger, ceker, atau bulu.

Makanan basah atau kaleng lebih baik daripada makanan kering. Jarang ada kucing yang terlalu sering minum. Kucing bisa beresiko terkena sakit ginjal jika terlalu sering makan makanan yang kering.

Resep Konvensional untuk Kucing di Indonesia
Jika Anda sudah terbiasa meracik makanan kucing sendiri di rumah, ini pun dianjurkan untuk dilakukan. Karena pada dasarnya, pola makan kucing akan terbentuk sesuai dengan makanan yang biasa diberikan Tuannya. Walaupun tidak tertutup kemungkinan untuk mencoba online pet store, misalnya online service Indonesia.

Untuk resep konvensional yang biasanya dilakukan di Indonesia, kucing diberi makanan dari nasi yang dicampur dengan potongan ikan, ayam, atau daging. Lauk tadi dicampur dan diaduk. Nasi yang beraroma ini, akan membuat kucing Anda makan dengan lahap.

Cara Merawat Kucing Hamil


Berikan makanan yang paling baik.
Kucing yang sedang hamil membutuhkan banyak protein dan vitamin. Sejumlah besar protein diperlukan untuk mendukung perkembangan janin. Pastikan makanan yang diberikan mengandung protein yang tinggi. Persentase kandungan protein bisa dilihat di kemasan. Biasanya makanan untuk kitten mempunyai kandungan protein dan vitamin yang lebih banyak dibandingkan makanan untuk kucing dewasa (adult). Sebaiknya kucing yang sedang hamil diberikan makanan untuk kitten ini.

Suplemen berupa vitamin dan kalsium juga diperlukan untuk meningkatkan kesehatan janin dan ibunya. Hati-hati dengan suplemen kalsium. Pemberian kalsium yang terlalu banyak menyebabkan perkembangan tulang janin yang berlebihan. Akibatnya ukuran janin terlampau besar dan sulit keluar pada saat akan dilahirkan (distokia)

Kucing hamil harus berada di dalam rumah.
Kucing yang hidup di luar rumah mempunyai resiko tertular penyakit yang lebih tinggi. Keadaan di dalam rumah lebih hangat dan tenang, jauh dari gangguan kucing-kucing liar yang dapat menyebabkan perkelahian antar kucing. Selain itu kondisi di dalam rumah relatif lebih bersih. Anak-anak kucing harus dilahirkan di tempat yang bersih.

Jangan memberikan sembarang obat selama masa kehamilan.
Pemberian obat-obatan pada kucing hamil hanya dilakukan dalam keadaan darurat saja. Selalu konsultasikan pemberian obat-obatan dengan dokter hewan anda. Berbagai obat-obatan seperti obat cacing, anti kutu dan beberapa macam antibiotik dapat menyebabkan gangguan, cacat  pada janin bahkan keguguran.

Sediakan kandang /tempat yang nyaman
Sebuah kotak kardus yang besar diisi dengan handuk atau alas serta serpihan koran sudah cukup memadai. Tempatkan ditempat yang hangat, bersih,  tenang dan terawasi. Pastikan tempat ini telah tersedia minimal  minggu sebelum waktunya melahirkan.

Gunakan pasir kotoran (litter) yang tidak menggumpal.
Kadang-kadang kucing melahirkan anaknya di kotak/tempat kotoran (litter). Pasir yang terdapat dalam kotak litter bisa menenpel di tubuh anak yang baru lahir. Induk kucing biasanya tidak mau membersihkan (menjilati) anaknya bila tertutup pasir yang menggumpal (merek : pura, cat san, hartz scoop dll). Gunakan saja pasir zeolit yang relatif lebih murah dan tidak menggumpal. Butiran zeolit berwarna abu kehijauan.

Jauhkan dari kucing-kucing lain.
Jika anda memiliki banyak kucing, pastikan tempat melahirkan jauh dari kucing-kucing lain. Pada saat melahirkan, kucing tidak suka berada didekat kucing lain, meskipun kucing tersebut sudah saling mengenal sejak lama. Insting keibuan dan proteksi akan semakin kuat pada saat mendekati kelahiran. Ada beberapa kucing yang baru melahirkan akan langsung menyerang kucing yang mendekatinya.

Siapkan persediaan makanan yang cukup
Siapkan persediaan makanan dan minum yang cukup bagi kucing anda. Jangan biarkan kucing anda sendirian pada saat melahirkan.

Cek dokter hewan terdekat.
siapklan catatan alamat dan nomor telepon beberapa klinik atau dokter hewan terdekat. Hubungi dan cari informasi dokter hewan/klinik yang buka 24 jam sebagai persiapan bila ada kasus emergency.

Cari informasi selengkap-lengkapnya.
Selalu mencari informasi selengkap-lengkapnya dan belajar terus menerus mengenai kehamilan kucing anda. Sehingga anda bisa menangani proses kelahiran kucing sendiri dan dapat segera menganali bila terjadi masalah atau komplikasi. Bila informasi yang benar dan lengkap telah anda dapatkan, anda tidak akan panik lagi menghadapi kelahiran kucing kesayangan kita. sumber: http://www.kucingkita.com

Tips Merawat Bulu Kucing Siam


Kucing Siam memerlukan perawatan bulu secara rutin disamping perlunya juga menjaga kebersihan mata dan telinganya. Untungnya, kucing Siam memiliki bulu yang pendek sehingga tidak menyulitkan dalam perawatannya.

Itu sebab, bulu kucing Siam hanya perlu dirapikan tanpa perlu sering dimandikan.
Rapikan bulu kucing Siam dengan lembut agar tetap tenang. Jika dilakukan dengan benar, perawatan bisa menyenangkan bagi kucing.

Berikut adalah tips melakukan perawatan bulu kucing Siam:
1. Sisir bulu kucing Siam dengan lembut, biarkan bulu yang lepas terjatuh.
Jika menggunakan sikat, pilih sikat yang lembut agar tidak terlalu banyak bulu yang rontok.
Sikat yang terlalu kasar juga dapat membuat kucing Anda merasa tidak nyaman.

2. Cara lain, gunakan tangan untuk merapikan bulu kucing Siam.
Basahi kedua telapak tangan dan usapkan dengan lembut ke seluruh tubuh kucing.
Bulu yang lepas akan menempel pada telapak tangan yang lembab.
Hal ini merupakan cara yang paling menyenangkan untuk merawat bulu kucing Siam kesayangan Anda.

3. Jika dibutuhkan, usap mata si kucing dengan kain kecil yang sudah dibasahi untuk menjaganya tetap bersih.
Jika memungkinkan, gunakan satu tangan saat membersihkan mata agar satu tangan yang lain bisa menjaga kucing agar tetap tenang.

4. Potong ujung kuku untuk mencegah cedera dan bahaya pada kucing Siam Anda.
Gunting kuku manusia juga dapat digunakan untuk memotong kuku kucing.
Lihatlah kuku kucing lebih dekat dan temukan pembuluh darah di belakang setiap kuku.
Hati-hati agar jangan sampai memotong pembuluh darah vena tersebut.

5. Bersihkan bagian dalam telinga dengan bola kapas untuk menghilangkan debu dan kotoran lain yang menumpuk di telinga kucing Siam kesayangan Anda. (sumber; www.amazine.co)